Archive for the ‘hmmmm’ Category
Persoalan
Kenapa agaknya, kan.
Lebih senang ikut perasaan dari fikiran.
Banyak benda yang kita tahu memang tak betul, kita buat lagi.
Saya letih.
Kerna Sayang
Just few hours ago I heard someone called me sayang. Heh.
I’ve found this lyrics in my other blog. I was so in love with this song before, and I guess I still am. How I love VE and Ruffedge back then. I was so young!
Watching them performed live, at open and free concert, merdeka, new year, at klcc. Things were easier those days.
tika kau berlari ku fikirkan..
hanya engkau yang kuidamkan
tak pernah pula kau bercerita
siang malam kau menderita
jangan dibiarkan perasaan menawar hati
jangan dibiarkan semuanya berlalu pergiaku di sini ku tetap berdiri
ku mengundang kasih pergi sendiri
ku takkan kembali agar kita kan bersamajangan pulangkan kerinduan
tiap kali kau berjauhan
tidak mudah ku melupakan..kerna sayang
kali pertama di pandangan
buat ku terbang di awangan
jangan pulangkan kerinduan..kerna sayangengkau memungkiri janji..bukan aku
engkau yang melupakannya…bukan aku
hanya aku yang impikan..agar kita
berbahagia hingga ke anak cucutapi itu semuanya kenangan
yang tinggal hanya perasaan
dalam doaku hanya ingin selalu di sampingmu
oh pulanglah..aku di sini
ku tetap berdiri
ku mengundang kasih
pergi sendiri
ku takkan kembali
agar kita kan bersama…setiap kali mengenangkanmu
siang…malam…ku doakan kebahagiaan mu
yang kupinta hanyalah…tulus hatimu….
agar kau balas kerinduanku…
Letting go…
Maybe it is the time to let go the thing that I’ve been holding on to these few years back. It doesn’t have to be a final discussion, because it’s solely about me…All I have to do is think and think. Things are all about me. All on me, actually.
It may sound so easy to say, but letting go takes more than just a word. It involves my [broken] heart, a [strong] will and yes, it is a [tough] final decision.
But, after all, it’s good to everyone.
Sedar atau tidak, ia mungkin melegakan banyak pihak.
I am not sure kalau aku okay, but I will be.
Wish me luck!
Bukan diriku
Setelah kupahami aku bukan yang terbaik
Yang ada di hatimu
Tak dapat kusangsikan
Ternyata dirinyalah yang mengerti kamu
Bukanlah diriku ..
Kini maafkanlah aku
Bila aku menjadi bisu kepada dirimu
Bukan santunku terbungkam
Hanya hatiku berbatas ‘tuk mengerti kamu
Maafkanlah aku..
Chorus :
Walau ku masih mencintaimu
Ku harus meninggalkanmu
Ku harus melupakanmu
Meski hatiku menyayangimu
Nurani membutuhkanmu
Ku harus merelakanmu
Dan hanyalah dirimu
Yang mampu memahamiku
Yang dapat mengerti aku
Ternyata dirinyalah
Yang sanggup menyanjungmu
Yang ramah menyentuhmu
Bukanlah diriku..
*By Samsons.
Berhantu lagu ni.
Edensor : Mimpi, Cinta dan Semangat.
Puas hati bila berjaya aku habiskan 3 buah buku dari tetralogi Laskar Pelangi, dari Andrea Hirata itu. Sampai housemate pun kata, “erm. tak habis2 lagi?”
Laskar Pelangi buku pertama dari siri ini, berjaya membuatkan aku senyum, sengih, tergelak, terhibur, sakit, sedih…sesuai dengan isi yang diceritakan dalam buku itu. Cuma mungkin tempoh pengenalan. Aku beli buku dalam Bahasa Indonesia. Keempat-empat buku itu aku beli di Bandung. (Pada masa kawan-kawan lain borong kain baju, aku mengheret mereka ke kedai buku. Mereka itu ialah oren dan majid saja. HUHU). Jadi, pembacaan Laskar Pelangi agak mengambil masa. Ada satu quote di cover buku itu, katanya (lebih kurang);
“tidak ada sesiapa yang membaca Laskar Pelangi, tidak terkesan akan kisahnya”
Mungkin benar apa yang diulasnya. Menyentuh dan menginsafkan. Kehidupan yang bukan tidak sulit, halangan yang bukan ringan, namun dengan semangat yang lebih besar dari badan mereka, Laskar Pelangi berjaya menempuhi hidup. Laskar Pelangi, gelaran untuk Ikal dan kawan2 di Sekolah rendah mereka. Mungkin pencapaian hidup tidak seindah yang diimpi, tapi mereka berjaya dan berdiri. Tidak rebah dengan tekanan hidup di persekitaran.
Buku kedua, Sang Pemimpi, lebih ringan, dan lebih nipis. Pada waktu aku baca buku ini, Bahasa Indonesia tidak lagi rasa payah, malah menyenangkan dan menghiburkan di bahagian-bahagian tertentu. Hati terdetik, apa ayat ini kalau dalam Bahasa Melayu?
Sang Pemimpi memang menarik. Tidak rugi rasanya membacanya. Terlalu banyak inspirasi yang diperolehi. Mimpi dan semangat. Kagum. Kadang-kadang, tertanya, is this for real? Ringkas dan bersahaja. Peristiwa sepanjang sekolah menengah Ikal dan Arai. Penuh dengan helah dan cerita yang mungkin kena pada diri kita.
Edensor, banyak disebut dalam Sang Pemimpi. Ia adalah tempat idaman, deskripsinya sentiasa di minda Ikal. Itu yang menyemangatinya. Aku suka kisah pengembaraan mereka. You guys should read them. Aku tidak reti dan malas nak ulas lagi. Bacalah.
Aku sedang berusaha untuk memulakan Maryamah Karpov.
Buku keempat.
Sungguh, aku masih lagi kurang faham beberapa perkataan dalam buku buku ini. Tapi, still aku masih enjoy!
Happy weekend. Aku balik kampung. Doakan keselamatan aku pergi dan balik yeah!



